Jumat, 06 Juli 2012

Cerpen: Antara Aku, Kamu dan Dia

Antara Aku, Kamu dan Dia
Oleh: Ayank Iratu
Selasa, 6 Desember 2011

                Harapan palsu yang kau berikan kepadaku kita menjadi bumerang diantara kita. Kenapa kau tega melakukan hal itu kepadaku yang baru saja memberanikan diri untuk membuka hatiku untuk memadu kasih. Tapi ternyata itu merupakan sebuah kesalahan, kesalahan kenapa aku bisa membuka hati ini untuk laki-laki seperti kamu yang hanya bisa menyakiti hatiku? Kenapa semua ini harus terjadi? Aku hanya bagaikan sampah yang bisa kau buang semaumu. Kini aku berjanji tidak akan pernah mau mengenalmu lagi meskipun kita berada di sekolahan yang sama tapi akan ku tekatkan hati dan pperasaan ini agar tidak akan melihatmu lagi. Terlalu sakit hati ini!

             “Kring..... kring.....kring.....”

           Suara hp-ku berbunyi, ternyata dari seorang laki-laki yang aku kenal karena ia merupan teman satu sekolahku. Ia bernama Angga. Berawal dari sms itulah kami menjadi dekat, hampir setiap hari kami saling SMS an. Angga yang baru saja putus Cinta dengan Citra yang juga teman satu sekolahku mencoba untuk melupakan mantan kekasihnya itu.
           
               Aku sebagai teman curhatnya mencoba untuk membantunya untuk melupakan mantan kekasihnya itu, tapi tetap saja ia tidak bisa melupakannya.

              “Sulit bagiku untuk melupakan Citra karena hubungan kami yang sudah 2 tahun, tapi aku harus melupakannya karena kini dia sudah bersama orang lain” SMS yang angga kirimkan kepadaku.Aku hanya berusaha untuk menjadi pendengar yang baik agar Angga bisa kuat menjalani hidup meskipun Aku bukan Citra yang bisa membuatnya semangat seperti dahulu.

               Berjalannya waktu kami semakin dekat, secara berlahan Angga bisa melupakan Citra dan ia pun berusaha untuk menarik hatiku untuk menjadi kekasihnya. Aku yang pernah terpuruk dalam masalah cinta takut untuk membuka hati lagi karena takut terluka lagi. Mengetahui hal itu Angga mencoba untuk meyakiniku dan berusaha membuatku nyaman saat berada bersamanya.

              Malam itu, Angga mengajak aku untuk makan keluar. Sungguh sulit untukku tolak karena sudah kesekian kalinya permintaannya selalu ku tolak. Akhirnya Anggapun datang ke kos ku yang tidak terlalu jauh dari kosnya itu, dan kami pun pergi untuk mencari makan.

            Ternyata Angga sudah menyiapkan tempat makan yang sangat romantis untuk kami berdua, aku kaget melihat semu kejutan ini.
           
             “kita makan disini?” tanya aku

             “tempatnya romantis sekali, dengan lampu remang-remang, dan terletak di taman dengan meja dihiasi oleh lilin..Angga co,,coietzz” ungkapku di dalam hati
       
            “iya kita makan di sini, tempat ini sudah ku siapkan sejak lama tapi baru terwujud hari ini karena baru hari ini kamu mau makan malam bersamaku” jelas angga kepadaku
           
             Makan mallam yang sungguh berkesan dalam hidupku. Semua masalah dan ketakutan-ketakutanku kepada seorang laki-laki pun hilang sejenak. Semua yang tergambar hanyalah sebuah kebahagiaan yang tiada tara antara aku dan Angga.

             Di akhir makan malam hati ku deg..deg..gan!!, badanku gemetar, sikapku salah tingkah, dan wajahku memerah. Ketika Angga menyatakan perasaannya kepadaku..

            “Ning(namaku)....maukah kamu menjadi kekasihku” ungkap Angga sambil memegang tanganku.

            “aku janji aku tidak akan pernah menyakitimu seperti mantan kekasihmu dulu. Aku juga sudah melupakan mantan kekasihku jadi kamu jangan takut aku akan meninggalkan kamu, please!! Jawab Ning??” Angga terus meyakinkan aku karena aku hanya diam dan binggung mau menjawab apa.
         
           Akhirnya ku putuskan untuk menjawab, karena Angga yang selalu menanti jawabanku.

          “ Sebenernya aku juga suka sama kamu, tapi maaf aku belum bisa menjadi pacarmu sekarang karena aku belum yakin kamu sudah benar-benar bisa melupakan Citra. Aku takut kamu setelah menjadi kekasihmu dan sangat mencintaimu, kamu meninggalkan aku”. Jelas Ku dengan memberanikan diri dan berusaha untuk tidak membuat Angga marah karena penolakanku ini.

          “Aku berjanji aku tidak akan menyakitimu. Tapi baiklah aku akan membuktikannya kepadamu bahwa aku benar-benar mencintaimu dan aku sudah sungguh-sungguh melupakan Citra dan tidak akan pernah lagi aku mau kembali dengan dia”. Angga meyakini ku.

          Setelah pembahasan itu kami langsung pulang. Sampai di kos aku tidak bisa tidur memikirkan Angga dan makan malam yang romantis. Di satu sisi aku ingin sekali menjadi kekasihnya tapi rasa takutku lebih tinggi dari pada rasa ingin jadi kekasihnya.

          Sepanjang malam kupikirkan sampai tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 2 wib. Entah apa saja yang ku pikirkan malam itu, sehingga membuatku tidak bisa tidur. Yang ada di kepala hanya baying-bayang Angga dan Citra mantan kekasihnya. Sekali lagi ku coba untuk menatap kata dan mencoba untuk membandingkan diriku dengan Citra yang lebih cantik dariku.
   
           Citra itu cantik, gaul, modis, sedangkan aku cumalah orang biasa yang hidup pas-pasan dan hanya menggunakan pakayan yang seadanya tidak seperti Citra yang hampir setiap hari belanja dan belanja. Ahhhh . apa yang telah aku pikirkan ini, bawa tidur sajalah nanti bisa-bisa tambah gila kalau memikirkan mereka.

           Pagi yang cerah, ku berharap hari ini akan cerah secerah hatiku saat ini. Seperti biasa kebiasaan anak kos pagi-pagi sudah nongkrong di depan kamarku, karena di depan kamarku ada kursi yang bisa untuk ngumpul-ngumpul anak-anak. Mereka menggodaku karena mereka tahu semalam aku jalan keluar dengan Angga dan mereka memintaku untuk bercerita semalam ngapain aja. Dengan mali-malu aku menceritakan semuanya kepada mereka.

           “wah.. kenapa kamu tolak dia? Padahal dia kan cowok romantis, kalau aku mah langsung mau sama dia”. Ucap temanku Lili

           “ah.. kamu ini gimana si Li? Ning kan masih trauma githu ma mantannya yang dulu makanya dia takut untuk jatuh cinta! Ya gak Ning?hehe” sambung temanku

           “hahahah,, Ning.. Ning ,, yang lalu ya biarkan berlalu lah, kan tidak semua cowok itu sama, jadi bagaimana mau maju kalau baying-bayang masa lalu menjadi ketakutan untukmu melangkah..”ungkap Lili, dengan puitis..

           “hue,, kalian ini apa an cih!! Aku itu Cuma bellum yakin aja sama dia, nanti kalau dia tiba-tiba hanya menjadikan aku pelariannya saja untuk melupakan Citra di dalam hatinya gimana? Ada yang mau tanggung jawab gak??hehe” jelas ku kepada teman-teman.

          “ia juga sih, ya lanjutkanlah kalau begitu,,hhaa” ungkap teman-temanku

          Hari berganti hari tidak terasa sudah satu minggu peristiwa makan malam itu ku lewati. Dan aku juga merasa ada yang aneh, sudah tiga hari Angga tidak menghubungiku lagi. Dalam hati aku selalu bertanya-tanya kenapa Angga menghilang begitu saja tanpa pesan seperti ini. Aku coba untuk santai dan tetap tenang meskipun sebenarnya dalam hati ini aku selalu bertanya-tanya dimanakah dia sekarang ini.

           Ku coba untuk mencarinya di sekolah tapi tetap dia tidak ada, ingin rasanya ku SMS atau Telphon dia untuk menghilangkan rasa kegundahan hatiku karena kehilangan dia, tapi ku coba untuk bertahan karena aku takut mengganggu dia.

           Dua minggu berlalu baru aku tahu apa alasannya ia pergi tanpa pesan seperti ini. Hati ku hancur ketika aku tahu kalau ia akhirnya kembali lagi dengan mantan kekasihnya itu. Aku kembali terpuruk melihat mereka berdua di sekolah. Hati ini terasa sangat sakit, sangat rapuh. Jiwa ini seakan terbang melayang. Tak sanggup rasanya ku melihat mereka lagi.

           Di dalam keterpurukanku aku masih bersyukur karena masih ada teman-temanku yang masi setia menemaniku dan memberiku semangat untuk bisa melewati semua ini. Meski dalam hati ini ingin ku sampaikan kemarahanku kepada Angga yang telah menggoreskan luka di hatiku.

          “mengapa kamu tega menyakiti hatiku, mana janjimu yang tak akan menyakitiku, kau beri harapan kosong kepadaku, kenapa kamu pergi meningalkan aku begitu saja! Kenapa kamu tidak memikirkan perasaanku yang terlanjur mencintaimu! Angga sungguh kejam, kau buat ku melayang dan kiti kau patahkan sayapku sehingga aku tidak bisa terbang lagi!! Sungguh kejamnya dirimu!”
         
            Hampir setiap hari ku seselai kusesali hidup ini. Ternya tidak hanya aku semua temanku juga membenci Angga yang telah mempermainkan perasaanku. Ia datang dengan penuh kehangatan dan pergi dengan penuh tanda ?, karena tidak ada satu katapun yang ia ucapkan, ia hanya pergi dengan semau hatinya.

            Meskipun dari awal aku menyadari hal ini akan terjadi tetapi tak habis pikirku ia tegaa meninggalkanku tanpa pesan seperti ini. Seandainya saja ia mau berterus terang dan jujur kepadaku bahwa ia ingin kembali kepada Citra mungkin aku bisa terima karena aku tahu dari awal ia tidak pernah bisa untuk melupakan citra..

             Darah ku naik dan emosi ku kembali tinggi “ apasih susahnya untuk jujur! Dasar lali-laki hanya bisa menyakiti kaum perempuan.”

            Kini aku hanya bisa menyesali mengapa aku pernah hadir di antara mereka berdua dan kenapa aku bisa membuka hati untuk laki-laki yang tidak punya perasaan seperti Angga.

|T|H|A|N|K|'S| |F|O|R| |R|E|A|D|I|N|G|


Itulah Cerpen Dari Utari Usmawati dengan judul "Antara Aku, Kamu dan Dia" .
Punya Cerpen Juga Atau Puisi silahkan kirim ke blog ini dengan menuju link Kirim Tulisanku
10out of 10 based on 41630 ratings. 1 user reviews.

0 komentar:

Poskan Komentar